Tampilkan postingan dengan label METODOLOGI PENELITIAN. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label METODOLOGI PENELITIAN. Tampilkan semua postingan

Kamis, 07 Maret 2019

PRINSIP DASAR METODOLOGI PENELITIAN

A. Definisi Metodologi
Metodologi berbeda dengan metode. Metodologi merupakan prinsip dasar, sedangkan metode adalah teknik penerapannya. Metodologi, secara etimologi bisa diartikan sebagai ilmu tentang metode.
Oleh karena itu, dalam penulisan proposal atau laporan penelitian, bab metodologi tidak hanya meliputi metode, namun lebih dari itu, seperti sampel dan populasi misalnya.

B. Pendekatan Metodologi Penelitian
Ada tiga jenis pendekatan dalam metodologi penelitian, yaitu:

Kuantitatif
Pendekatan ini menitikberatkan pada aspek numerik sebagai datanya, baik dalam proses pengumpulan maupun hasil analisisnya.
Pendekatan kuantitatif umumnya menerapkan proses deduksi dalam hubungan antara data dan teori. Deduksi artinya, penarikan kesumpulan dimulai dari adanya teori yang berada di kepala peneliti untuk kemudian diuji dengan data di lapangan.

Kualitatif
Pendekatan kualitatif menekankan pada aspek kualitas. Artinya, mengelaborasi makna sosial dan kultural yang tidak mudah diukur dengan angka untuk menjelaskan fenomena yang ditelitinya. Data penelitian kualitatif biasanya bersifat deskriptif atau naratif.
bila riset kuantitatif cenderung menerapkan proses deduktif dalam menjelaskan hubungan antara teori dan data, maka riset kualitatif cenderung menerapkan proses induksi.
Proses induksi artinya, penarikan kesimpulan berasal dari data lapangan. Dengan kata lain, teori muncul sebagai produk temuan lapangan. Prosesnya dimulai dengan turun ke lapangan untuk mengumpulkan data. Data yang telah terkumpul diolah sehingga menjadi suatu teori.

Campuran atau mix method
Pendekatan campuran merupakan gabungan antara pendekatan penelitian kuantitatif dan kuantitatif. Pendekatan campuran diterapkan untuk menjawab pertanyaan penelitian yang apabila tidak dijawab dengan menggunakan kombinasi antara kuantitatif dan kualitatif, hasil penelitian akan dianggap kurang valid atau kurang berkualitas.

C. Jenis-Jenis metodologi penelitian
Ada berbagai macam jenis metodologi penelitian antara lain:
  1. Penelitian survey
  2. Penelitian eksperimental
  3. Penelitian cross-sectional
  4. Penelitian longitudinal
  5. Penelitian grounded
  6. Penelitian fenomenologi
  7. Penelitian etnografi
  8. Penelitian naratif
  9. Studi kasus
  10. Penelitian komparatif

KONSEP DASAR PENELITIAN


A. Pengertian Penelitian
Penelitian merupakan serangkaian kegiatan yang dilakukan secara sistematis dengan maksud untuk mendapatkan informasi ilmiah mengenai serentetan peristiwa dan dalam rangka pemecahan suatu permasalahan.
Penelitian sebagai upaya untuk memperoleh kebenaran harus didasari oleh proses berpikir ilmiah.
Penelitian yang dilaksanakan secara ilmiah berarti kegiatan penelitian didasarkan pada karakteristik keilmuan yaitu:
  1. Rasional: penyelidikan ilmiah adalah sesuatu yang masuk akal dan terjangkau oleh penalaran manusia.
  2. Empiris: menggunakan cara-cara tertentu yang dapat diamati orang lain dengan menggunakan panca indera manusia.
  3. Sistematis: menggunakan proses dengan langkah-langkah tertentu yang bersifat logis.
B. Tujuan Umum Penelitian
Ada tiga tujuan umum penelitian antara lain:
  1. Tujuan Eksploratif, penelitian dilaksanakan untuk menemukan sesuatu (ilmu pengetahuan) yang baru dalam bidang tertentu. Ilmu yang diperoleh melalui penelitian betul-betul baru belum pernah diketahui sebelumnya. 
  2. Tujuan Verifikatif, penelitian dilaksanakan untuk menguji kebenaran dari sesuatu (ilmu pengetahuan) yang telah ada. Data penelitian yang diperoleh digunakan untuk membuktikan adanya keraguan terhadap infromasi atau ilmu pengetahuan tertentu. 
  3. Tujuan Pengembangan, penelitian dilaksanakan untuk mengembangkan sesuatu (ilmu pengetahuan) yang telah ada. Penelitian dilakukan untuk mengembangkan atau memperdalam ilmu pegetahuan yang telah ada. 
C. Langkah Sistematis Penelitian
Langkah sistematis penelitian berdasarkan metode ilmiah adalah :
  1. Merumuskan masalah; mengajukan pertanyaan untuk dicari jawabannya. Tanpa adanya masalah tidak akan terjadi penelitian, karena penelitian dilakukan untuk memecahkan masalah. Rumusan masalah penelitian pada umumnya diajukan dalam bentuk pertanyaan..
  2. Mengajukan hipotesis; mengemukakan jawaban sementara (masih bersifat dugaan) atas pertanyaan yang diajukan sebelumnya. Hipotesis penelitian dapat diperoleh dengan mengkaji berbagai teori berkaitan dengan bidang ilmu yang dijadikan dasar dalam perumusan masalah. Peneliti menelusuri berbagai konsep, prinsip, generalisasi dari sejumlah literatur, jurnal dan sumber lain berkaitan dengan masalah yang diteliti. Kajian terhadap teori merupakan dasar dalam merumuskan kerangka berpikir sehingga dapat diajukan hipotesis sebagai alternatif jawaban atas masalah.
  3. Verifikasi data; mengumpulkan data secara empiris kemudian mengolah dan menganalisis data untuk menguji kebenaran hipotesis. Jenis data yang diperlukan diarahkan oleh makna yang tersirat dalam rumusan hipotesis. Data empiris yang diperlukan adalah data yang dapat digunakan untuk menguji hipotesis. Dalam hal ini, peneliti harus menentukan jenis data,  dari mana data diperoleh, serta teknik untuk memperoleh data. Data yang terkumpul diolah dan dianalisis dengan cara-cara tertentu yang memenuhi kesahihan dan keterandalan sebagai bahan untuk menguji hipotesis.
  4. Menarik kesimpulan; menentukan jawaban-jawaban definitif atas setiap pertanyaan yang diajukan (menerima atau menolak hipotesis). Hasil uji hipotesis adalah temuan penelitian atau hasil penelitian. Temuan penelitian dibahas dan disintesiskan kemudian disimpulkan. Kesimpulan merupakan adalah jawaban atas rumusan masalah penelitian yang disusun dalam bentuk proposisi atau pernyataan yang telah teruji kebenarannya.

Sabtu, 23 Februari 2019

SAP METOPEN II


SATUAN ACARA PERKULIAHAN (SAP)
METODOLOGI PENELITAN PENDIDIKAN II


             A. IDENTITAS MATA KULIAH
Mata Kuliah         : Metodologi Penelitian Pendidikan II
Jumlah SKS         : 2 (dua) sks
Prasayarat            : Metodologi Penelitian pendidikan I
Jurusan/Prodi     : Tarbiyah/PIAUD IV IPMAFA
Semester              : VI (Enam)
Dosen                    : Ulin Nuha, M.A.
Contact                  : +6281318901344
Email                     : baarakallah23@gmail.com

             B. DESKRIPSI MATA KULIAH
Mata kuliah metode penelitian pendidikan II ini adalah kelanjutan dari metode penelitian pendidikan 1 di semester V (lima). Pada metode penelilitan pendidikan 1 lebih banyak berbicara tentang teori-teori dalam penelitian, terutama penelitian secara mikro. Dalam mata kuliah metode penelitian pendidikan II ini lebih menekankan pada aplikasi penelitian di lapangan, dari merancang penelitian, melakukan simulasi wawancara, observasi, dan dokumentasi, serta melakukan analisa dari simulasi yang dilakukan.
Mata kuliah ini rancangannya lebih aplikatif, sehingga sejak awal perkuliahan, mahasiswa dituntut untuk dapat mengaplikasikan konsep-konsep penelitian mikro, sehingga dalam melakukan penelitian di lapangan sudah mempunyai pendekatan yang jelas, tidak dengan penelitian yang masih mengambang.
Setiap materi dari mata kuliah ini diikuti dengan praktek yang dibebankan kepada mahasiswa secara keseluruhan, sehingga masing-masing mahasiswa dapat mengerti dan mampu membuat apa yang ada di dalam rancangan proposal. Lebih dari itu tentunya, dengan mata kuliah ini mahasiswa dapat melakukan berbagai macam penelitian dan menuangkannya dalam penulisan skripsi yang baik sesuai dengan kerangka karya ilmiah terkini.

       C. PENDEKATAN DALAM PEMBELAJARAN
Pelaksanaan proses belajar mengajar pada mata kuliah ini dilaksanakan dengan menggunakan pendekatan konstruktivisme dengan menggunakan berbagai metode dan teknik pembelajaran. Metode dan teknik pembelajaran yang dipilih adalah metode dan teknik pembelajaran yang bersifat interaktif yang mengacu pada model pembelajaran kooperatif dan kontekstual. Pada proses pembelajaran, mahasiswa dituntut aktif dan kreatif untuk menemukan konsep keilmuan secara mandiri maupun secara kelompok. Oleh sebab itu, model pembelajaran presentasi dan latihan akan digunakan sebagai model inti dalam pembelajaran yang didukung oleh model-model pembelajaran lain seperti model curah pendapat, inquiry, discovery dan kooperatif. Teknik diskusi, tanya jawab, ceramah akan digunakan untuk mencapai tujuan tertentu.

             D. MATERI PERKULIAHAN
1.    Membuat, memetakan, dan merumuskan Permasalahan
2.    Penentuan pendekatan metode penelitian
3.    Konsep kajian teoritis dan kajian kepustakaan
4.    Konsep wawancara, observasi, dan dokumentasi
5.    Merancang hasil data lapangan
6.    Membahas hasil data penelitian

             E. RINCIAN PERTEMUAN
Pertemuan 1        : Pengantar Perkuliahan, tujuan, dan capaian yang diinginkan
Pertemuan 2       : Konsep Dasar Penelitian
Pertemuan 3       : Konsep Dasar Metodologi Penelitian
Pertemuan 4        : Konsep Dasar PenePeneli Kualitatif 
Pertemuan 5        : Konsep Dasar Penelitian Kuantatif 
Pertemuan 6        : Catatan kaki : Pengertian dan Teknik penulisannya
Pertemuan 7        : Cara melakukan observasi, wawancara, dan dokumentasi
Pertemuan 8        : Praktek melakukan observasi, wawancara, dan dokumentasi
Pertemuan 9        : UTS (Ujuian Tengan Semester)
Pertemuan 10      : Analisis Data observasi, wawancara, dan dokumentasi
Pertemuan 11      : Teknik Melakukan Pembahasan Penelitian
Pertemuan 12      : Teknik Penyusunan dan Penulisan Proposal
Pertemuan 13      : Presentasi Rancangan Proposal Penelitian
Pertemuan 14      : Presentasi Rancangan Proposal Penelitian
Pertemuan 15      : Presentasi Rancangan Proposal Penelitian
Pertemuan 16      : UAS (Ujian Akhir Semester)

        F. EVALUASI HASIL PEMBELAJARAN
Untuk mengukur tingkat ketercapaian kompetensi oleh mahasiswa dilakukan proses evaluasi dalam berbagai jenis dan bentuk. Jenis evaluasi yang digunakan dalam mata kuliah ini adalah: (1) Penulisan Makalah/Tugas/Penampilan (30%), (2) Ujian Tengah Semester (20%), dan (3) Ujian Akhir Semester (30%) dan kehadiran di kelas (20%). Bentuk evaluasi yang digunakan adalah Ujian Tulis, Penugasan.    

            G. BUKU RUJUKAN
Moleong, L. J. 2001. Metologi Penelitian Kualitatif. Bandung: Remaja Rosydakarya.
Sugiyono. 2007. MetodePenelitianPendidikan: Kuantitatif, Kualitatif, dan R&D. Bandung: Alfabeta
Creswll, Jonh W. 2012. Research Design: Pendekatan Kualitatif, Kuantitatif, dan Mixed. Terj. Yogyakarta: Pustaka Pelajar.
Holloway, Immy dan Christine Paymea. 2008. Riset Kualitatif dalam Public Realitons dan Marketing Communications. Terj.Yogyakarta: Bentang.
Ratna, Nyoman Kutha. 2010. Metodologi Penelitian Kajian Budaya dan Ilmu Sosial Humaniora pada Umumnya. Yogyakarta: Pustaka Pelajar.
Muhadjir, Noeng. 2007. Metodologi Keilmuan Paradigma Kualitatif, Kuantitatif, dan Mixed. Yogyakarta: Rake Sarasin.

SUGENG RAWUH

SUGENG RAWUH