Selasa, 19 Maret 2019

LANGKAH-LANGKAH PENYUSUNAN KARYA TULIS ILMIAH

LANGKAH-LANGKAH PENYUSUNAN KARYA TULIS ILMIAH

A. Memilih Topik, Tema Kemudian Judul
Kata "topik", "tema" dan "Judul" sering kali disamakan. Akan tetapi hakikatnya beda. Topik adalah bidang medan atau lapangan masalah yang akan digarap dalam karya tulis atau penelitian. Sementara "tema" diartikan sebagai pernyataan sentral atau pernyataan inti tentang topik yang akan ditulis. Adapun judul adalah adalah kepala tulisan yang menjadi identitas atau cermin dari jiwa seluruh karya tulis, bersifat menjelaskan diri dan yang manarik perhatian. Intinya, topik bersifat umum dan luas. Sementara tema bersifat khusus dan inti. Topik yang memang masih terlalu luas harus dibatasi menjadi sebuah tema, sementara tema yang luas harus dibatasi dengan judul.
Pedoman dalam penentuan topik, tema dan judul:
  1. Topik yang akan di pilih harus yang ada di sekitar penulis.
  2. Topik yang di pakai harus topik yang paling menarik dari topik yang ada.
  3. Tema harus terpusat pada segi lingkup sempit dan terbatas.
  4. Tema harus memilki data dan fakta yang obyektif dan mencukupi
  5. Tema harus diketahui prinsip-prinsip ilmiahnya meskipun sedikit.
  6. Tema harus memiliki sumber acuan atau bahan kepustakaan yang bisa dijadikan referensi.
  7. Judul harus dipilih dengan menggunakan kalimat yang mewakili tema dan topik serta bisa menggambarkan seluruh isi tulisan
  8. Judul harus dipilih dengan menggunakan kalimat yang menarik dan seringkas mungkin
  9. Penentuan judul karya ilmiah harus dapat menjawab dari pertanyaan yang mengandung unsur 4W + 1H yakni what (apa), why (kenapa), who (siapa), where (dimana) dan how (bagaimana).

B. Mengumpulkan Bahan
Bahan bisa didapatkan dari berbagai media cetak maupun elektronika. Bahan-bahan tersebut dikumpulkan terutama yang relevan dengan topik dan tema yang akan ditulis

B. Merencanakan Kerangka Penulisan
Kerangka karya ilmiah terdiri dari:
1. Judul
2. Lembar Pengesahan
3. Abstrak/Ringkasan
4. Kata Pengantar
5. Daftar Isi
6. Daftar Tabel (Jika ada)
7. Daftar Gambar (Jika ada)
8. Daftar Lampiran
9. Daftar Istilah dan atau Daftar Singkatan (Jika ada)
10. BAB I Pendahuluan :latar belakang, identifikasi masalah, maksud dan tujuan, kegunaan penelitian, kerangka pemikiran
11. BAB II Tinjauan Pustaka
12. BAB III Bahan dan Metode Penelitian (bentuk penelitian, subjek penelitian, ukuran sampel, definisi operasional, variabel penelitian, prosedur penelitian, cara pemeriksaan/pengukuran, analisis data, tempat dan waktu penelitian, jadwal penelitian, alur penelitian)
13. BAB IV Hasil Penelitian dan Pembahasan
14. BAB V Kesimpulan dan Saran
15. Daftar Pustaka
16. Lampiran.

C. Penulisan Karya Ilmiah
Hal-hal yang perlu diperhatikan dalam penulisan adalah:
1. Segi kerapian dan kebersihan.
2. Tata letak (layout) unsur-unsur dalam format karya ilmiah, misal pada halaman pembuka, halaman judul, daftar isi, daftar tabel, daftar grafik, daftar gambar, daftar pustaka, dll.

3. Memakai standar yang berlaku dalam penulisan karya ilmiah, misal standar penulisan kutipan, catatan kaki, daftar pustaka dan penggunaan bahasa sesuai dengan EYD.

D. Penyuntingan, Revisi, dan Draf Final
Tahap ini bertujuan untuk :
1. Melengkapi data yang dirasa masih kurang.
2. Membuang dan mengedit data yang dirasa tidak relevan serta tidak cocok dengan pokok bahasan karya ilmiah.
3. Mengedit setiap kata-kata dalam karya ilmiah untuk menghindari penyajian bahan-bahan secara berulang-ulang atau terjadi tumpang tindih antara tulisan satu dengan tulisan yang lain.

4. Mengedit setiap bahasa yang ada dalam karya ilmiah untuk menghindari pemakaian bahasa yang kurang efektif, contoh dalam penyusunan dan pemilihan kata, penyesuaian kalimat, penyesuaian paragraph, maupun penerapan kaidah ejaan sesuai EYD

Tidak ada komentar:

Posting Komentar

SUGENG RAWUH

SUGENG RAWUH