Kamis, 07 Maret 2019

KONSEP DASAR PENELITIAN


A. Pengertian Penelitian
Penelitian merupakan serangkaian kegiatan yang dilakukan secara sistematis dengan maksud untuk mendapatkan informasi ilmiah mengenai serentetan peristiwa dan dalam rangka pemecahan suatu permasalahan.
Penelitian sebagai upaya untuk memperoleh kebenaran harus didasari oleh proses berpikir ilmiah.
Penelitian yang dilaksanakan secara ilmiah berarti kegiatan penelitian didasarkan pada karakteristik keilmuan yaitu:
  1. Rasional: penyelidikan ilmiah adalah sesuatu yang masuk akal dan terjangkau oleh penalaran manusia.
  2. Empiris: menggunakan cara-cara tertentu yang dapat diamati orang lain dengan menggunakan panca indera manusia.
  3. Sistematis: menggunakan proses dengan langkah-langkah tertentu yang bersifat logis.
B. Tujuan Umum Penelitian
Ada tiga tujuan umum penelitian antara lain:
  1. Tujuan Eksploratif, penelitian dilaksanakan untuk menemukan sesuatu (ilmu pengetahuan) yang baru dalam bidang tertentu. Ilmu yang diperoleh melalui penelitian betul-betul baru belum pernah diketahui sebelumnya. 
  2. Tujuan Verifikatif, penelitian dilaksanakan untuk menguji kebenaran dari sesuatu (ilmu pengetahuan) yang telah ada. Data penelitian yang diperoleh digunakan untuk membuktikan adanya keraguan terhadap infromasi atau ilmu pengetahuan tertentu. 
  3. Tujuan Pengembangan, penelitian dilaksanakan untuk mengembangkan sesuatu (ilmu pengetahuan) yang telah ada. Penelitian dilakukan untuk mengembangkan atau memperdalam ilmu pegetahuan yang telah ada. 
C. Langkah Sistematis Penelitian
Langkah sistematis penelitian berdasarkan metode ilmiah adalah :
  1. Merumuskan masalah; mengajukan pertanyaan untuk dicari jawabannya. Tanpa adanya masalah tidak akan terjadi penelitian, karena penelitian dilakukan untuk memecahkan masalah. Rumusan masalah penelitian pada umumnya diajukan dalam bentuk pertanyaan..
  2. Mengajukan hipotesis; mengemukakan jawaban sementara (masih bersifat dugaan) atas pertanyaan yang diajukan sebelumnya. Hipotesis penelitian dapat diperoleh dengan mengkaji berbagai teori berkaitan dengan bidang ilmu yang dijadikan dasar dalam perumusan masalah. Peneliti menelusuri berbagai konsep, prinsip, generalisasi dari sejumlah literatur, jurnal dan sumber lain berkaitan dengan masalah yang diteliti. Kajian terhadap teori merupakan dasar dalam merumuskan kerangka berpikir sehingga dapat diajukan hipotesis sebagai alternatif jawaban atas masalah.
  3. Verifikasi data; mengumpulkan data secara empiris kemudian mengolah dan menganalisis data untuk menguji kebenaran hipotesis. Jenis data yang diperlukan diarahkan oleh makna yang tersirat dalam rumusan hipotesis. Data empiris yang diperlukan adalah data yang dapat digunakan untuk menguji hipotesis. Dalam hal ini, peneliti harus menentukan jenis data,  dari mana data diperoleh, serta teknik untuk memperoleh data. Data yang terkumpul diolah dan dianalisis dengan cara-cara tertentu yang memenuhi kesahihan dan keterandalan sebagai bahan untuk menguji hipotesis.
  4. Menarik kesimpulan; menentukan jawaban-jawaban definitif atas setiap pertanyaan yang diajukan (menerima atau menolak hipotesis). Hasil uji hipotesis adalah temuan penelitian atau hasil penelitian. Temuan penelitian dibahas dan disintesiskan kemudian disimpulkan. Kesimpulan merupakan adalah jawaban atas rumusan masalah penelitian yang disusun dalam bentuk proposisi atau pernyataan yang telah teruji kebenarannya.

Rabu, 06 Maret 2019

JENIS-JENIS KARYA TULIS ILMIAH

JENIS-JENIS KARYA TULIS ILMIAH

Artikel
artikel adalah karya tulis yang dirancang untuk dimuat dalam jurnal atau buku kumpulan artikel yang ditulis dengan tata cara ilmiah dan mengikuti pedoman atau konvensi ilmiah yang telah disepakati. Artikel ilmiah diangkat dari hasil pemikiran dan kajian pustaka atau hasil pengembangan proyek.

Makalah
makalah adalah karya tulis yang memuat pemikiran tentang suatu masalah atau topik tertentu yang ditulis secara sistematis dan runtut dengan disertasi analisis yang logis dan objektif. Makalah ditulis untuk memenuhi tugas terstruktur yang diberikan oleh dosen atau ditulis atas inisiatif sendiri untuk disajikan dalam forum ilmiah.

Kertas Kerja
Kertas kerja (work paper) pada prinsipnya sama dengan makalah, namun dibuat dengan analisis lebih dalam dan tajam dan dipresentasikan pada seminar atau lokakarya yang biasanya dihadiri oleh ilmuwan. Kertas kerja itu menjadi acuan untuk tujuan tertentu dan bisa diterima atau dimentahkan oleh forum ilmiah.

Paper
Paper adalah sebutan khusus untuk makalah di kalangan akademisi (mahasiswa) dalam kaitannya dengan pembelajaran dan pendidikannya sebelum menyelesaikan jenjang studi (Diploma/S1/S2/S3). Sistematika penulisannya sama dengan artikel atau makalah, tergantung panduan yang berlaku di perguruan tinggi masing-masing.

Skripsi
Skripsi adalah karya tulis ilmiah mahasiswa untuk menyelesaikan jenjang studi S1 (Sarjana). Skripsi berisi tulisan sistematis yang mengemukakan pendapat penulis berdasarkan pendaagt (teori) orang lain.

Tesis
Tesis adalah karya tulis ilmiah mahasiswa untuk menyelesaikan jenjang studi S2 (Pasca Sarjana) yang sifatnya lebih mendalam dibandingkan dengan skripsi. Tesis mengungkapkan pengetahuan baru yang diperoleh dari penelitian sendiri.

Disertasi
Disertasi --disebut juga "Ph.D Thesis"-- adalah karya tulis ilmiah mahasiswa untuk menyelesaikan jenjang studi S3 (meraih gelar Doktor/Dr) yang mengemukakan suatu dalil yang dapat dibuktikan oleh penulis berdasarkan data dan fakta yang sahih (valid) dengan analisis yang terinci). Disertasi ini berisi suatu temuan penulis sendiri, yang berupa temuan orisinal.

Artikel Ilmiah Populer
Selain ketujuh jenis karya ilmiah, ada juga yang disebut artikel ilmiah populer, yaitu artikel ilmiah yang ditulis dengan gaya bahasa populer (bahasa media/bahasa jurnalistik) untuk dimuat di media massa (suratkabar, majalah, tabloid).

Berbeda dengan artikel ilmiah, artikel ilmiah popular tidak terikat secara ketat dengan aturan penulisan ilmiah. Artikel ilmiah ditulis lebih bersifat umum, untuk konsumsi publik. Dinamakan ilmiah populer karena ditulis bukan untuk keperluan akademik, tetapi untuk "dikomunikasikan" kepada publik melalui media massa.

PENGERTIAN DAN KARAKTERISTIK KARYA TULIS ILMIAH


PENGERTIAN DAN KARAKTERISTIK KARYA 
TULIS ILMIAH 


Karya tulis ilmiah adalah tulisan atau laporan tertulis yang memaparkan hasil penelitian atau pengkajian suatu masalah yang telah dilakukan oleh seseorang atau sebuah tim dengan memenuhi kaidah dan etika keilmuan yang dikukuhkan dan ditaati oleh masyarakat keilmuan.
Nama inggrisnya adalah
Academic writing (karena ditulis oleh civica academic)
Scientific Paper (Karena ditulis berdasarkan kaedah keilmuan)
Karya tulis ilmiah berfungsi sebagai sarana untuk mengembangkan ilmu pengetahuan dan teknologi berupa penjelasan (explanation), prediksi (prediction), dan pengawasan (control).
Karakteristik karya tulis ilmiah yang membedakannya dengan tulisan non-ilmiah antara lain:
  1. Mengacu pada teori sebagai landasan berpikir (kerangka pemikiran) dalam pembahasan masalah.
  2. Lugas , bermakna tunggal, tidak menimbulkan interprestasi lain.L
  3. Logis,  disusun berdasarkan urutan yang konsisten
  4. Efektif, ringkas dan padat.
  5. Efisien,  hanya mempergunakan kata atau kalimat yang penting dan mudah dipahami.
  6. Objektif  berdasarkan fakta --setiap informasi dalam kerangka ilmiah selalu apa adanya,
  7. sebenarnya, dan konkret.
  8. Sistematis baik penulisan dan pembahasan
  9. Sesuai dengan prosedur dan sistem yang berlaku.


Minggu, 03 Maret 2019

PEMIKIRAN DAN PERADABAN ISLAM MASA NABI MUHAMMAD SAW DAN KHALIFAH AR-RASYIDAH

PERKEMBANGAN PEMIKIRAN DAN PERADABAN ISLAM
MASA NABI MUHAMMAD SAW


  1. Meletakkan dasar-dasar peradaban Islam
  2. Meletakkan dasar-dasar ke-ilmuan
  3. Meletakan landasan politik, ekonomi dan kemasyarakatan
  4. Menanamkan prinsip kesederajatan dan keadilan, mencakup semua aspek baik politik, ekonomi, hukum maupun kemasyarakatan baik dikalangan Muslim maupun non Muslim



PERKEMBANGAN PEMIKIRAN DAN PERADABAN ISLAM
MASA AL-KHALIFAH AR-RASYIDAH

  1. Merawat, meneruskan dan mengembangkan perjuangan Nabi Muhammad SAW dalam pembentukan peradaban Islam
  2. Menguatkan dan mengambangkan pondasi keilmuan
  3. Mengembangkan literasi
  4. Mengembangkan sistem administrasi
  5. Mengembangkan sistem politik, ekonomi dan kemasyarakatan



TIME LINE PERJUANGAN AL-KHILAFAH AR-RASYIDAH

TIME LINE PERJUANGAN
AL-KHILAFAH AR-RASYIDAH
632-661 M/11-40 H


1632 - 34 M/11-13 H (2 tahun)
Khalifah Abu Bakar ash-Shiddiq r.a.

632M
  1. Para Shahabat melantik Abu Bakar sebagai Khalifah.
  2. Meneruskan misi Usamah bin Zayd.
  3. Abu Bakar memerangi golongan murtad dan suku Arab yang enggan membayar zakat.


633 M
  1. Perang Yamamah: Islam berhasil membebaskan selatan Syria.
  2. Penaklukan al-Hirah di Irak.
  3. Pengumpulan al-Quran:
  4. Quran dikumpulkan dalam bentuk buku yang diketuai oleh Zayd bin Tsabit.


634 M / 13 H
  1. Peperangan Ajnadin di Palestina.
  2. Abu Bakar meninggal dunia.


634 M - 644 M/13-23 H  (10 tahun)
Khalifah 'Umar bin al-Khaththab r.a.

636 M
  1. Barah dan Balabak dibebaskan.
  2. Damaskus dan Hims dibebaskan.


637M
  1. Syria dan Jordan dibebaskan.
  2. Perang Yarmuk yang dipimpin oleh Khalid bin al-Walid.
  3. Pelabuhan Laut al-Kufah dibangun.


638 M
  1. Irak dibebaskan.
  2. Perang al-Qadissiyah.
  3. Jerusalam dibebaskan secara damai.
  4. Perang Jalula': Parsi dikalahkan.
  5. Banyak lagi kota-kota di Syria dibebaskan.


639 M
  1. Penyusunan Kalender Hijrah.
  2. Para sahabat menetapkan permulaannya didasarkan kepada peristiwa paling penting dalam sejarah Islam, yaitu hijrahnya Nabi saw. dari Makkah ke Madinah untuk mendirikan Daulah (Negara) Islam.


640 M
Kawasan di Irak dan Syria yang masih tinggal dibebaskan.

641 M
Qaysariyyah dibebaskan.

  1. 642 M
  2. Mesir dibebaskan.
  3. Kaum Yahudi berpindah dari negeri Arab ke Syria.


643 M
  1. Dinasti Persia runtuh dan Iran dibebaskan.
  2. Perang Nahawand


644 M /23 H
  1. Tripoli (Libya) dibebaskan.
  2. Azerbaijan dibebaskan.
  3. Hamazan dibebaskan.
  4. Asfahan dibebaskan.
  5. Umar dibunuh oleh seorang Majusi.


644 - 656 M/23-35 H (12 TAHUN)
Khalifah Utsman bin Affan r.a.

648 M
  1. Syapur dibebaskan.
  2. Tripolitania dibebaskan.


652 M  
Khurasan dan Naisapur ditaklukan.

653 M / 35 H
'Utsman dibunuh di Madinah.

656 - 661 M
Khalifah 'Ali bin Abi Thalib r.a.

658 M  
Perang Jamal: Perang antara Khalifah 'Ali dengan penentangnya.

659 M  
Perang Siffin: Perang antara Khalifah 'Ali dengan penentangnya, yaitu Muawiyah.

660 M
Perang Nahrawan: Perang melawan golongan Khawarij.

661M/40H
'Ali dibunuh di Kufah.

TIME LINE PERJUANGAN RASULULLAH SAW

TIME LINE
PERJUANGAN RASULULLAH SAW
576 - 532 M


570 M

  1. Kekalahan Abrahah di dalam upayanya untuk memusnahkan Ka'bah.
  2. Ayah Nabi Muhammad, Abdullah wafat sebelum Beliau lahir.


576 M
Kelahiran Muhammad saw (12 Rabi’ul Awwal, 570 M)

580 M
Pembelahan dada oleh malaikat Jibril (saat beliau usia 4 tahun)

582 M
Ibu Nabi, Aminah wafat saat beliau berumur 6 tahun.

588 M
Berniaga ke Syam dengan Abu Thalib

590 M
Ikut aktif dalam membantu perang Fijar

601 M
Menikah dengan Khadijah.

610 M

  1. Diangkat menjadi Rasul (utusan) Allah.
  2. Mulainya Fase Dakwah Pertama:
  3. Membina para shahabatnya dan penganut Islam yang baru secara rahasia di rumah Arqam bin Abi al-Arqam. Allah SWT. berfirman: "Sesungguhnya Allah tidak akan mengubah keadaan suatu kaum hingga mereka mengubah apa yang ada di dalam diri mereka sendiri."    (Q.S. ar-Ra'd [13]: 11)


622 M/1 H
Madinah Berdiri

622-32 M

  1. Menjadi Pemimpin Negara Islam Pertama.
  2. Mempersaudarakan kaum Anshar dan Muhajirin.
  3. Membangun masjid sebagai pusat pengembangan agama dan politik.
  4. Menandatangani Watsiqah Madinah (Piagam Madinah) antara kaum Muslim (Anshar dan Muhajirin) dengan orang-orang kafir musyrik dan Yahudi Yastrib.


624 M
Perang Badar: Kaum Muslim menang. 313 orang kaum Muslim berhadapan dengan 1000 orang kaum kuffar. Peperangan yang paling penting dalam sejarah Islam.

625 M
Perang Uhud: Pihak kaum Muslim kalah. Beberapa dari pasukan Muslim mengabaikan salah satu perintah Muhammad saw. dan meninggalkan posisi penting di medan perang. Muhammad (saw) sendiri terluka.

627 M
Perang Khandaq (Ahzab): Islam dan kaurn Muslim menang. Selepas peperangan ini pihak Quraisy tidak mampu lagi untuk melancarkan serangan terhadap kaum Muslim.

628 M

  1. Perang Bani Qurayzdah: Islam menang,
  2. Perjanjian Hudaybiyah: Perjanjian damai dengan jangka waktu maksimal 10 tahun, antara kaum Muslim dengan Quraisy. Langkah politik Nabi saw. yang bijak ini, antara lain, untuk menghancurkan kesepakatan antara Quraisy dan Khaybar. sehingga kekuatan pihak Quraisy semakin lemah.
  3. Titik perubahan dalam Sirah.
  4. Mengutus surat kepada para pemimpin dunia untuk mengajak mereka kepada Islam.
  5. Perang Khaybar: Islam menang.


629 M

  1. Perang Mu'tah: Perang antara pihak Islam dan Romawi. kaum Muslim mundur. 3.000 orang Islam berhadapan dengan 200.000 kaum kuffar.
  2. 630 M
  3. Pembebasan Makkah: Setelah pihak Quraisy melanggar Perjanjian Hudaibiyah, Makkah dibebaskan oleh Nabi saw.
  4. Perang Hunayn: Islam menang.
  5. Perang Taif: Islam menang.
  6. Perang Tabuk: Romawi mundur.


631 M
Tahun Perutusan.
Suku-suku Arab yang lain di Semenanjung Arab memberikan baiat mereka kepada Nabi saw.

632 M / 11 H

  1. Haji Wada: 100.000 kaum Muslim menghadirinya.
  2. Muhammad saw. mempersiapkan bala tentara Usamah bin Zayd untuk menyerang Romawi.
  3. Rasulullah Muhammad (saw) wafat.


Selasa, 26 Februari 2019

SAP KTI


SATUAN ACARA PERKULIAHAN (SAP)
KARYA TULIS ILMIAH (KTI)
INSTITUT PESANTREN MATHALI'UL FALAH (IPMAFA)

A. IDENTITAS MATA KULIAH
Mata Kuliah          : KARYA TULIS ILMIAH (KTI)
Jumlah SKS          : 2 (dua) sks
Jurusan/Prodi        : Tarbiyah/PGMI,PIAUD
Dosen                    : Ulin Nuha, M.A.
Cont. (telp/WA)    : +6281318901344
Email                     : baarakallah23@gmail.com

B.   DESKRIPSI
Mata kuliah Karya Tulis Ilmiah adalah mata kuliah yang bertujuan untuk membekali mahasiswa agar terampil dalam merencanakan dan melaksanakan penulisan karya ilmiah. Hal ini dikarenakan dalam proses perkuliahan dari awal hingga akhir, mahasiswa akan selalu bertemu dengan tugas-tugas perkuliahan yang diwujudkan dengan karya ilmiah, baik berupa makalah, resume buku hingga penelitian dan skripsi. Sehingga ilmu mengenai dasar penulisan karya tulis ilmiah menjadi sesuatu yang sangat penting bagi mahasiswa. Dengan demikian mahasiswa akan memiliki bekal akademik terkait dengan materi dasar kepenulisan karya ilmiah.

C.   STANDAR KOMPETENSI
Peserta didik memiliki pemahaman tentang perencanaan penyusunan karya ilmiah dan dapat membuat laporan ilmiah dengan tepat sesuai kaidah-kaidah yang berlaku.

D.   KOMPETENSI DASAR

  1. Peserta didik mampu memahami dan mempunyai teori kaidah perencanaan dan penulisan karya ilmiah.
  2. Peserta didik mahir dalam membuat karya tulis ilmiah.

E.    POKOK BAHASAN
Pertemuan 1 : Pengantar Perkuliahan: Perkenalan dan Kontrak Kuliah
Pertemuan 2 : Pengertian Karya Tulis Ilmiah
Pertemuan 3 : Jenis Karya Tulis Ilmiah
Pertemuan 4 : Manfaat Karya Tulis Ilmiah
Pertemuan 5 : Bahasa Karya Tulis Ilmiah
Pertemuan 6 : Langkah-langkah penyusunan Karya Tulis Ilmiah
Pertemuan 7 : Penyuntingan Karya Tulis Ilmiah
Pertemuan 8 : UTS
Pertemuan 9 : Teknik Penulisan Makalah
Pertemuan 10 : Teknik Penulisan Artikel Jurnal Ilmiah
Pertemuan 11 : Teknik Penulisan Artikel Koran/Majalah
Pertemuan 12 : Teknik Penulisan Review Book
Pertemuan 13 : Teknik Penulisan Laporan Hasil Penelitian
Pertemuan 14 : Teknik Penulisan Buku Ilmiah
Pertemuan 15 : Publikasi Karya Tulis Ilmiah
Pertemuan 16: UAS

F.   REFERENSI POKOK
Wahyu Wibowo, Piawai Menembus Jurnal Terakreditasi, Jakarta: Bumi Aksara, 2008.
Wasty Soemanto, Pedoman Teknik Penulisan Skripsi (Karya Ilmiah), cet. IX, Jakarta: Bumi Aksara, 2008.
Totok Djuroto & Bambang Suprijadi, Menulis Artikel Karya Ilmiah, cet. V, Bandung: PT Remaja Rosdakarya, 2009.
Paryati Sudarman, Menulis di Media Massa, Yogyakarta: Pustaka Pelajar, 2008.
Sugihastuti, Bahasa Laporan Penelitian, Yogyakarta: Pustaka Pelajar, 2007.
Nana Sudjana & Ulung Laksamana, Menyusun Karya Tulis Ilmiah untuk Memperoleh Angka Kredit, Bandung: Sinar Baru Algesindo, 2008.
Ronald Fishman, Menulis Itu Genius, Yogyakarta: Arruz Media, 2010.
Jabrohim dkk, Cara Menulis Kreatif, Yogyakarta: Pustaka, 2

SUGENG RAWUH

SUGENG RAWUH